Well, Ini adalah tulisan perdana ku di blog ku yang juga perdana ini, Blog ini aku buat untuk menuliskan hal-hal yang aku kategorikan sebagai hal-hal konyol,usil,jahil,iseng,penting,sedih,bahagia,marah,senang,dan sebagainya didalam hidup ku, so, buat awal-awal tak ada salahnya untuk kita saling mengenal...
To the point aja, nama panjang ku Firdaus Bahar, aku lahir di sebuah kota di Pulau Kalimantan tepatnya di sebelah barat bertepatan dengan garis Katulistiwa, Pontianak pada 10 Maret 1992.
Aku terlahir sehat walafiat dari sepasang suami-istri (bukan suami-istri simpanse lhoo), seorang Bapak dan Ibu yang aku sayangi sekali, tepat di bulan Ramadhan tahun itu. 5 tahun aku ada di kota tersebut untuk belajar bahwa dunia itu tak lah sesempit daun kolor, eh daun kelor. Aku di bawa oleh orangtuaku merantau ke Jawa, tepatnya Yogjakarta, dimana Ibu dari Ibu ku tinggal. Perjalanan yang sangat panjang untuk anak manusia seumuran dengan aku dengan otak yang pas-pas-an. Kami waktu itu naik sebuah Kapal Muatan (maklum, masih belum punya pesawat pribadi) bernama KM.Lawit yang melayani jual beli elektronik, lho... maksud aku yang melayani perjalanan laut antar pulau di Indonesia. Sebelum lanjut, aku mau cerita beberapa hal konyol yang aku lakukan sewaktu masih kecil di kota Pontianak.
Kejadian ini terjadi saat aku berumur kurang lebih 3 tahun, saat itu aku diajak mandi oleh ibuku ke sebuah sungai dekat rumah, ya, rumah ku disana adalah di sebuah tepian sungai, waktu itu aku sedang keramas dan ibuku sedang mencuci pakaian, saat keramas tiba-tiba shampoo dari bahan air liur buaya dan campuran kembang 7 rupa itu mengenai mataku, pedih. Aku yang waktu itu adalah anak kecil nakal bin liar bin bodoh bin bin lainnya, segera mencari gayung untuk mencuci mata ku, namun, karena kebodohan ku, gayung itu tidak ketemu dan akhirnya kuputuskan untuk menceburkan diri ke dalam sungai itu.. What the Fu*k...
aku g bisa berenang bo, alhasil aku Kelelep, untung saja Ibu ku yang memiliki sifat keibuan yang tanggap akan bunyi "Cbyuuur" yang tak wajar segera menarik ku dari dahsyatnya goyangan Inul, eh dahsyatnya gelombang sungai waktu itu, aku megap-megap kaya ikan cupang di taruh di lantai, ibu ku memarahi ku. Pasti anda bertanya-tanya, kenapa aku yang berumur 3 tahun waktu itu tidak menangis saat tragedi Shampoo campuran air liur buaya dan kembang 7 rupa itu mengenai mata ku ,bukan? Nah, itulah bodohnya aku kenapa tidak menangis...
Lagi, masih di Pontianak, aku dan teman-teman ku yang mewarisi sifat Tarzan yang suka berpetualangan (jaman dulu belum ada Dora) sedang asyik-asyiknya berpetualan di sekitar perumahan, tiba-tiba teman ku berjongkok dan memungut sesuatu, tak ayal kami mendekat dan melihat apa yang di pungutnya, ternyata itu adalah sebuah telur ayam busuk, kami yang memiliki otak tak kalah besar dengan biji kenari (maksudnya pemikirannya) dengan senang dan bahagia layaknya mendapat harta karun terbesar di dunia, membawa telur itu dan di mainkan, setelah berjalan cukup lama, (padahal hanya 40meter dari rumah) kami beristirahat, namun malang nasib temanku yang bernama Eky, dia duduk di tepat di depan rumah yang memiliki anjing galak, langsung saja anjing itu menggonggong, mengaum dan menerjang.. Lebay... anjing itu menggonggong kencang dan membuat jantung kami berdetak kencang seperti orang main drum. Panik, itu nomor 1, Bingung, itu nomor 2, Ngompol, itu rahasia. Karena panik, kami semua ingin lari tapi kaki seperti di kasih beban yang sangat berat, alhasil kami cuman bisa menangis meraung-raung mengalahi gonggongan anjing biadab itu, tapi si anjing juga tak mw kalah, dia makin nyaring menggonggong, tanpa habis pikir (padahal nggak mikir) aku lempar telur busuk yang kami temukan itu ke tempat anjing menggonggong, dan Pyaarrr... pecah lah telur itu dengan bau yang kalau kita hirup lama-lama dapat menyebabkan kanker hidung stadium 5, namun malang tetap berpihak sama kami, si anjing malah bersiap melompat dan mengejar kami, kami pun lari sekencang mungkin sambil berteriak-teriak kegirangan, maksud ku berteriak-teriak panik. Endingnya, kami selamat dari godaan setan yang terkutut, eh, kejaran anjing biadab karena si anjing di panggil oleh majikannya. Itu adalah pengalaman buat kami agar tidak main jauh-jauh dari rumah dan tidak memungut barang mencurigakan tak dikenal.
titik
Rabu, 16 Maret 2011
Pontianak Part I
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar